Mengenang Kopi Hawaii Yang Melegenda

Musibah kebakaran yang meludeskan 26 ruko dan 2 rumah di Jalan Berdikari, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) beberapa waktu lalu telah menyimpan duka lara terhadap komunitas pecinta kopi di Kepri. Karena insiden lautan api yang terjadi di Kawasan Kota Lama tersebut telah menghanguskan kedai kopi legendaris di tanah melayu ini yaitu Kedai Kopi Hawaii.

Kedai kopi yang berdiri diera tahun 70-an itu banyak mengukir kisah-kisah unik dari berbagai kalangan. Mulai dari tukang bangunan hingga para pejabat yang duduk di kursi Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Pusat pasti pernah merasakan nikmatnya Kopi Hawai yang beraroma khas itu. Karena banyak ide-ide dan gagasan cemerlang yang lahir dari penikmat kopi ketika menyeruput olahan biji kopi dari tangan sang pemilik kedai tersebut. Bahkan kedai kopi yang dibangun dengan bahan kayu berukuran 8×6 meter itu masih menjadi idola bagi pecinta kopi walaupun peracik kopi berjamuran di luar Kota Kijang.

Pecinta kopi asal Kota Batam, Fandri mengatakan sebagai bentuk penghormatan terakhir, ia beserta puluhan pecinta kopi dari berbagai suku di Kepri melakukan bakti sosial (baksos) membersihkan puing-puing bangunan dan barang dari peninggalan Kedai Kopi Hawaii.

“Dengan rasa solidaritas, pecinta kopi di Kepri membersihkan puing-puing bangunan Kedai Kopi Hawaii. Ini juga sebagai bentuk penghormatan terakhir kami,” kata Fandri.

Sebenarnya seperti apa sih Kopi Hawaii ini. redaksi kopimania akan mencoba menyegarkan kembali ingatan anda yang pernah berkunjung ke kedai ini dan mencoba mengenalkan pada anda yang belum sempat ke sana.

kopi hawaii3

Selayang Pandang Kopi Hawaii

Kedai Kopi Hawaii kali pertama berdiri pada tahun 1969 dan tetap buka hingga saat terbakar di bulan Mei 2016. Pelanggannya dari masa ke masa dan terus berganti. Tapi citarasa dan aroma secangkir kopi seolah abadi. “Rasanya tak berubah. Saya ngopi di sini sejak masih bujang,” kata Irfan, pelanggan 52 tahun yang duduk di meja bagian depan.

Orisinalitas rasa adalah satu hal yang paling utama. Sepintas, tidak ada yang berbeda dari Kopi Hawaii ketimbang kopi lain. Kecuali warna hitamnya yang pekat dalam cangkir keramik putih bermotif bunga warna hijau giok. Hanya saja, bila sampai di lidah, ada kenikmatan yang tidak sudah-sudah. Membawa tangan ingin terus-terusan mendekatkan cangkir ke bibir. Dominan rasa kopi begitu kelat dan lekat di lidah.

Bagi yang belum terbiasa dengan sensasi kopi semacam ini, biasanya akan timbul rasa pusing sebab kafein yang terkandung. Tapi bagi pelanggan macam Irfan, yang lebih dari dua dasawarsa mencecap kopi ini, citarasa Kopi Hawaii tiada bandingnya. “Bayangkan, dari zaman saya bujang, sampai sudah bercucu rasanya tetap,” ungkapnya. Sehingga tak heran, bila dalam sehari, Irfan bisa ngopi sambil kongko-kongko sebanyak tiga kali.

“Itu yang di depan saya lebih gila lagi. Bisa empat kali,” katanya sambil menuding seorang pelanggan yang keluar kedai.

Kopi Hawaii hitam atau yang acap disebut kopi o adalah sajian andalan. Bagi pelanggan yang lambungnya tidak kuasa menahan sensasi heboh kafein dari secangkir kopi o, bisa memesan kopi susu. Biar lebih lengkap jadi teman berbual, pesan pula sepinggan kecil roti bakar srikaya. Maka, duduk di Kedai Kopi Hawaii pun jadi sempurna.

kopi hawaii1

Kenapa Kopi Hawaii?
Jangan menduga penamaan kedai kopi ini sebagai Kedai Kopi Hawaii musabab pemiliknya merupakan orang Hawaii atau pernah melancong ke sana. Tidak. Pemilihan nama ini sebenarnya sederhana.

A Sun, peracik kopi sekaligus pemilik Kedai Kopi Hawaii, menuturkan, Hawaii merupakan nama pemberian camat yang bertugas di Kijang kala itu. A Eng, ayah A Sun, adalah perintis Kedai Kopi Hawaii di tahun 1969 atau kala kejayaan tambang yang dikelola PT Aneka Tambang (Antam).

Dalam kenangan A Sun dari penuturan ayahnya yang asli Pulau Koyang, nyaris setiap pagi atau petang, banyak dari pegawai tambang yang ngopi di Hawaii. Bahkan konon, rasanya ada yang kurang bilamana berangkat atau pulang kerja tanpa terlebih dahulu membasahkan bibir dengan Kopi Hawaii.

“Karena sudah tua usaha ini dilanjutkan abang saya. Tapi, karena abang saya kewalahan, kini giliran saya yang mengelolanya,” ucap A Sun.

Perbincangan dengan A Sun sering terjeda. Lantaran A Sun berulang kali mesti segera balik ke dapur. Meracik pesanan pelanggan. Menakar panas air. Ada satu hal yang membuat citarasa Kopi Hawaii lebih mengena. Yakni, sebelum kopi dituangkan, cangkir-cangkir yang digunakan terlebih dahulu dipanaskan. Ini agar panas keramik tetap mampu menahan panas kopi lebih lama.

kopi hawaii2

A Sun agak kesulitan menjawab kala disodori pertanyaan mengenai jumlah cangkir kopi yang disajikannya sepanjang hari. “Tak dapat dihitunglah. Banyak sekali,” akunya. Namun, bila menaksir bubuk kopi yang dihabiskan, sepaling-paling sedikitnya, dalam sehari bisa habis 20 kilogram. Bisa jauh lebih banyak di ujung pekan.

“Belum lagi kalau lagi banyak pesanan yang dalam bentuk botol bila ada acara-acara,” tambah A Sun.

Bukan rahasia lagi, hampir setiap pegawai swasta maupun pemerintahan di seantero Kijang, senantiasa menyajikan Kopi Hawaii. Baik itu berupa kopi hitam atau kopi susu. Sekaliber gubernur maupun bupati bahkan sering terlihat ngopi di sini.

Sekali lagi, ini bukan soalan tempat ngopi yang elegan dan penuh pendingin ruangan sehingga bikin betah duduk berlama-lama dengan nyaman. Tidak. Karena bangunan Kedai Kopi Hawaii ini hanya seluas dua pintu ruko bergaya tahun 1970-an. Kipas angin mungil bergantung di sudut sana-sini. Mejanya tak banyak dan hanya meja biasa. Kursinya pun tidak empuk lantaran kursi plastik. Kopi Hawaii telah mempesona lantaran citarasanya. “Citarasa yang tidak pernah berubah,” begitu Irfan menuturkan pengalaman separuh hidupnya menyesap Kopi Hawaii.

Sekarang bangunan Kedai Kopi Hawaii tinggal kenangan. Tetapi citarasa dan brand Kopi yang melekat di penggemar kopi Hawaii tentu tidak akan pernah hilang. Kita nantikan dan doakan saja agar kedai kopi ini bisa didirikan kembali dengan sentuhan baru namun tanpa kehilangan cita rasa khasnya. Bagi anda yang kangen ingin minum kopi Hawaii, bubuk kopi Hawaii masih diperdagangkan oleh beberapa kedai kopi di Tanjung Pinang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s